BKUI melalui U-BIC Hadirkan JD.ID dalam Workshop E-Commerce
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas 17
Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melalui UNTAG Business Incubator (U-BIC)
mengadakan Workshop E-Commerce. U-BIC merupakan sebuah pusat konsultasi
kewirausahaan yang memiliki program untuk memberikan motivasi pada
mahasiswa yang berminat untuk berwirausaha. Mahasiswa calon wirausaha
bisa berkonsultasi dengan tim U-BIC terkait perizinan dan permodalan
serta akan dihubungkan dengan distributor. Workshop pada Selasa, (23/4)
ini menghadirkan narasumber dari JD.ID Direct Selling, yaitu sebuah
perusahaan e-commerce yang bergerak di berbagai produk dengan berbagai
costumer atau partner dan member referral, serta berlaku cashback yang
bisa diterima.
Bertempat di Ruang I201-202 Gedung Pascasarjana lantai 2, peserta adalah
mahasiswa dari lintas fakultas dan program studi. Tampil sebagai
pemateri, Marlina Chairul Tjhoea, S.Si., Apt. Founder JD.ID Direct
Selling dan Vice President PT. Persada Gemilang Jaya ini telah mempunyai
jaringan bersama 41.000 orang, dengan omset 45 miliar rupiah setiap
bulannya. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya dengan hardskill, “Itu
hanya 20%, karena 80% penentu kesuksesan adalah soft skill. Artinya kita
harus novatif, kreatif, jujur, disiplin, komitmen dan networking.
Kemampuan komunikasi juga penting karena kita membangun hubungan dengan
orang lain melalui komunikasi.â€
Marlina membagikan rahasia untuk membangun jaringan, “Kita harus
menjadi pribadi yang mudah bergaul. Caranya adalah dengan membaca buku
motivasi, menonton video serta menghadiri pertemuan bisnis/motivasi
untuk mengembangkan kepribadian.†Menurut Marlina sebagai wirausaha
harus mau follow up dengan costumer, “Jadi ketika sudah selesai
transaksi jangan lepaskan costumer. Jadikan dia untuk memperbesar
jaringan usaha kita. Semakin besar jaringan maka omset pun semakin
besar.†Bersama dengan Joko Widianto-Marketer and Recruiter JD.ID
Direct Selling, Marlina memotivasi para peserta agar tidak cepat
menyerah, semua butuh proses. “Mas Joko saja berawal dari kurir.
Berkat kesabarannya, saat ini dia telah mendapatkan omset 1 miliar
rupiah per bulan. Intinya sabar dan pantang menyerah. Karena menyerah
itu menutup pintu kesuksesan sendiri,†tutup Marlina. (um/aep)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya selenggarakan Seminar Lokakarya Kebangsaan dengan tema Meneguhkan Negara Pancasila Merawat Kebhinekaan, Menyongsong 100 tahun Indonesia Merdekayang bertempat di Gedung Graha Wiyata lt. 9, pada Jumat (23/03). Seminar lokakarya ini menghadirkan dua Narasumber yaitu: Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPAI dan budayawan, Nunik Silalahi, SS, M.Pd. Seminar tersebut juga menghadirkan Keynote Speaker, J. Subekti, SH, MM selaku Sekretaris Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya (YPTA). Dalam mengawali seminar lokakarya tersebut J. Subekti, SH, MM selaku keynote speaker menyatakan bahwa kita beruntung memiliki Pancasila yang menolak konflik yang ada. “Kita harus merawat kebhinnekaan untuk mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang tertulis dalam pita putih yang tercengkram. Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrawa. Terpecahlah itu, satu jualah itu. Mari...
Komentar
Posting Komentar